Apakah Mengonsumsi Obat Kuat Tahan Lama Aman Tanpa Resiko ?

Apakah Mengonsumsi Obat Kuat Tahan Lama Aman Tanpa Resiko ?

Konsumsi Obat Kuat Tahan Lama � Obat kuat sering kali menjadi solusi permasalahan pada pria yang mengalami disfungsi seksual atau ejakulasi dini. Masalah disfungsi seksual dan ejakulasi dini pada pria bisa diakibatkan dari beberapa hal seperti faktor fisik dan psikis.

Disfungsi seksual yang menjadi masalah pada sebagian pria adalah adanya gangguan hasrat hubungan intim, ketidakmampuan ereksi atau ereksi yang tidak kuat dan bahkan tidak bertahan lama, air mani keluar terlalu cepat, rasa tidak nyaman dan cenderung sakit saat melakukan seks dan lain-lain.

Gangguan disfungsi seksual ini oleh kebanyakan kaum pria diatasi dengan cara mengonsumsi obat kuat tahan lama. Jenis obat kuat yang dikonsumsi sebagai penguat ereksi dan anti ejakulasi dini ini dapat berupa kapsul, serbuk, atau bahkan menyerupai makanan. Mereknya pun bermacam-macam dan bisa didapat dengan mudah dengan kocekan harga kompetitif baik melalui toko online atau di toko obat dan apotik.

Meskipun memiliki manfaat sebagai penguat dan anti ejakulasi, namun mengonsumsi obat kuat bisa memberikan efek samping yang cukup beresiko dan bahkan bisa dirasakan dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, pemakaian obat kuat yang digunakan dengan cara diminum sebaiknya dikonsultasikan terlebih dulu dengan dokter ahli urologi atau setidaknya telah dalam pengawasan dokter sehingga terhindar dari efek samping dan resiko kesehatan yang justru akan merugikan anda dikemudian hari.

Jika memang tetap harus menggunakan obat kuat tahan lama, sebaiknya pilih obat kuat berbahan herba alam yang dapat digunakan dengan tanpa diminum seperti obat kuat berbentuk krim. Ada banyak krim obat kuat yang terbuat dari bahan herba alam seperti cengkeh, panax ginseng, dong quai, dan angleica sinensis. Efek samping yang mungkin akan dirasakan setelah penggunaan krim obat kuat hanyalah rasa perih dan panas pada penis.
Atau anda juga bisa menjajal teknik tertentu untuk meminimalisir terjadinya ejakulasi dini saat berhubungan intim bersama pasangan. Teknik yang banyak dilakukan dan sudah menjadi rekomendasi para dokter adalah melakukan gerakan senam kegel dan gerakan meremas pangkal penis.

Senam kegel adalah gerakan senam yang hanya berfokus pada area otot panggul bawah saja dan tidak semua badan harus digerakkan seperti gerakan senam pada umumnya. Dengan rutin melakukan senam kegel, otot panggul bawah akan menjadi lebih kuat dan bisa menahan ejakulasi dini pada saat bercinta.

Sementara itu, teknik meresam pangkal penis adalah menekan bagian kepala penis apabila mulai dirasakan rangsangan kuat penis akan mengeluarkan air mani. Pada fase ini segera hentikan gerakan penetrasi anda dan mulai tekan bagian kepala penis selama kurang lebih 30 detik untuk menahan ejakulasi. Setelah itu lakukan kembali penetrasi dan begitu seterusnya sampai anda dan pasangan mencapai klimaks.

Selain dengan menerapkan kedua teknik di atas, anda juga bisa mengatasi ejakulasi dini dengan cara menggunakan kondom pada saat berhubungan intim. Cara ini tentu lebih praktis dan tidak akan merepotkan anda. Cukup hanya membungkus penis yang sudah ereksi dengan kondom lalu mulai melakukan penetrasi pada vagina pasangan anda.
Kondom ini memiliki kandungan obat anestesi lokal semacam lidocaine dan benzocaine pada bagian pangkalnya yang berfungsi sebagai penahan ejakulasi dan klimaks selama kurang lebih 5 menitan.

Sebaiknya anda juga mulai berlatih mengatur pernapasan anda. Ejakulasi dini juga bisa diakibatkan oleh napas yang terlalu pendek dan cepat sehinga memicu rangsangan ejakulasi lebih awal. Salah satu olahraga yang baik untuk mengatur pernapasan adalah berlatih renang.

Anda yang sudah terlanjut mengalami ejakulasi dini juga jangan larut dalam kegalauan sebab perasaan gelisah, depresi dan stres justru akan semakin memperparah keluhan ejakulasi dini yang dialami. Mulailah lakukan beberapa tips seperti yang telah disampaikan di atas. Anda mungkin tidak akan langsung merasakan manfaat kesembuhannya, tetapi seiring terus dilakukan secara rutin maka hubungan seksual anda akan berangsur membaik. Dan yang terpenting harus selalu membicarakannya secara baik-baik pada pasangan anda.

Nafisa